Entri yang Diunggulkan

Jangankan memahami gadismemahami alien aja aku tidak bisa apalagi dua duanya

Jangan kan gadis kalian aja aku tidak ngerti apalagi keduanya Hidup memang terkadang penuh kejutan dan kejadian tak terduga,terkada...

Senin, 24 Februari 2020

Jangankan memahami gadismemahami alien aja aku tidak bisa apalagi dua duanya


Jangan kan gadis kalian aja aku tidak ngerti apalagi keduanya


Hidup memang terkadang penuh kejutan dan kejadian tak terduga,terkadang hanya dg kejadian sepele pun bisa merubah kehidupan seseorang.seperti misal seorang nelayan. hanya karena ia memutuskan untuk tidak pergi melaut pada hari itu bersama dengan teman-temannya saja, bisa membuatnya selamat sementara teman-temannya tenggelam di terjang ombak. seperti keadaanku saat ini,jika aku memutuskan untuk ke little rockie kemarin. Dan bukan sekarang,pasti keadaannya akan sangat berbeda, tapi aku memutuskan ke little rockie hari ini.dan inilah yg terjadi padaku saat ini, alih alih bermalas malasan di atas little rockie,saat ini aku malah duduk dg canggung dg seorang gadis
Meski perkenalan kami tadi cukup heboh dan ribut,itu tetap tidak menutup fakta bahwa kami baru kenal,setelah suasana hangat dari perkenalan selsai,suasana menjadi agak canggung. Jessie duduk di sampingku di atas little rockie,menatap akar pohon beringin yg menjuntai di atas kepalanya dg serius.saat ia mengatakan ingin ikut bergabung di atas little rockie,kupukir ia bakal kesulitan untuk naik,mengingat little rockie setinggi dua setengah meter dan tidak banyak pijakan untuk naik. Tapi dia bahkan terlihat sama sekali tidak kesulitan,dan dg sangat luwes bisa memanjat little rockie hanya dg beberapa kali gerakan saja. Kau mungkin berpikir dia gadis sempurna dg kecantikan dan ketangkasan,tapi satu satunya yang terlintas dipikiranku adalah ' ini cewek preman banget '
"aku sudah mempelajari tentang pohon beringin,tapi tetap saja melihatnya secara langsung benar benar lebih mengagumkan dari pada di gambar" kata Jessie akhirnya memecah kesunyian.
" kata-katamu membuatku tertarik,kau bilang kau mempelajarinya heh? jadi itu juga alasan kenapa kau bisa lancar bahasa Indonesia ? Bahkan menyapa selamat pagi,meski terik begini?"
"begitulah, saat kau terlalu punya banyak waktu luang memang apa yg akan kau lakukan? Tidak mungkin aku akan bengong selama sepuluh tahun di kapal kan? Aku mempelajari bahasa-bahasa dunia, kebudayaannya flora dan faunanya bahkan mitos dan dongeng di seluruh dunia juga. Aku pelajari satu per satu "
Yah sebenarnya jika ada banyak waktu luang aku mungkin beneran akan bengong tidur dan ngegame,tpi aku tidak memberitahunya.
"setelah sekian lama hanya melihat langit-langit pesawat,melhihat langit asli sejauh mata memandang memang benar-benar mengagumkan"
Jessie kembali bergumam ,aku tidak tahu apa ia berbicara padaku atau bergumam sendiri,sehingga aku hanya diam memperhatikannya saja. Ia masih terus memperhatikan langit, kakinya yang menggantung di atas little rockie sesekali berayun mengikuti suasana hatinya. Saat seekor kupu-kupu terbang didekatnya,ia mengulurkan tangannya mungkin berniat mengundang kupu-kupu itu seperti di film-film. Yah tentu saja ini bukanlah film jadi tidak mungkin kupu-kupu itu hinggap di tangannya,itulah yg kupikirkan dan yang seharusnya terjadi,tpi anehnya kupu-kupu itu benar-benar hinggap di tangannya.
Aku menatapnya dengan kagum sekaligus tercengang, tapi Jessie sama sekali tidak memperhatikanku, perhatiannya benar-benar terfokus terhadap kupu-kupu yg ada di punggung tangannya.
"Bahkan mahluk yg di sebut kupu-kupu ini juga lebih cantik daripada yg kulihat di gambar, padahal aku sudah tau kalau kupu-kupu itu sangat cantik,tapi tetap saja melihatnya langsung benar benar berbeda"
Jessie kembali bergumam, kali ini aku tidak tahan untuk tidak membalasnya ,yah tidak mungkin kau bisa tetap diam sementara orang yg tepat berada di sampingmu terus berbicara, setidaknya aku sebagai warga yg baik dan sopan tidak mungkin membiarkan seseorang berbicara sendiri di sampingku.
"kau tau jess kupu-kupu yang kau bilang cantik itu berasal dari mahluk yang dianggap menjijikkan dan di benci orang orang"
"maksudmu ulat? Bukankah ulat terlihat sangat imut,aku melihatnya di gambar,ulat sebagian besar berbentuk bulat memanjang,ada yg menimbulkan gatal dan tidak, dan ditakuti oleh gadis-gadis, bukankah begitu?, Tapi menurutku ulat cukup imut,dan bulu mereka jga bermacam macam dan cantik"
Jessie berkata panjang lebar dg antusias, kurasa dua memang telah mempelajari tentang bumi dg sangat baik, tapi entah mengapa sudut pandangnya melenceng dari kebanyakan orang. itu seperti yg di duga dari gadis yg menghabiskan 10 tahun hidupnya tinggal di pesawat seorang diri. Sebagai orang pertama yg di temunya pertama kali,entah mengapa aku merasa punya kewajiban untuk memperbaiki sudut pandang sosialnya
"jess, aku tidak mengerti dari sudut pandang mana kau menganggap ulat lucu, bukankah binatang itu sangat menggelikan? Terutama bagi kaum perempuan "
bahkan aku pun juga geli dg ulat,terutama ulat bulu yg menimbulkan gatal, menganggap ulat lucu, bukankah itu seperti menganggap jack the ripper sebagi pahlawan karena mengurangi jumlah penduduk yg membengkak di London atau menganggap Hercules sebagai pengecut karena tidak berani menentang istrinya? Meski aku sama sekali tidak memungkiri kalau Hercules otak otot sih.
Jessie menatapku seakan-akan aku bodoh.
"apa-apaan pandangan kalian terhadap ulat itu? Minta maaflah pada ulat di seluruh dunia. Bukankah mereka kecil dan cantik,sebagian Meraka punya bulu berbagai warna dan yg tak berbulu pun banyak yang berpola rumit,kenapa bisa kalian menganggap itu menjijikkan?".
Entah mengapa malah aku yang mendapat tatapan prihatin dan seakan seperti anak kecil yg layak untuk di ajari hal yang benar. Bukankah ini terbalik?? Bagaimanapun pendapatku benar kan kalau ulat menjijikkan?aku tidak salah kan?? Melihat tatapannya yg seakan-akan aku anak kecil yang tak tau apa-apa , benar-benar hampir menggoyahkan keyakinanku selama ini dan ikut-ikutan berfikir kalau ulat itu imut. Tidak aku harus berusaha lebih keras! , 'Tapi bukankah ulat yg tidak berbulu memang kecil dan sedikit lucu?'. Tidak!! Sadarlah wahai diriku.
"jess aku tidak tahu dari sudut pandang mana kau melihat bahwa ulat imut,kurasa aku harus menunjukkanmu secara langsung agar kau melihatnya sendiri?"
"Tentu saja dg senang hati!.tolong bantu aku memukan ulat"
"baiklah sudah diputuskan heh?"
tanyaku sembari langsung melompat turun dari little rockie, aku mengulurkan tangan untuk membantu Jessie turun tapi sepertinya dia tidak membutuhkannya,jessie dg gesit juga langsung melompat turun dari little rockie, sekedar mengingatkan little rockie tingginya dua setengah meter, untuk seorang gadis, dia benar-benar mirip berandalan.
"jadi kita akan pergi kemana heh?"
"jika kau bertanya begitu jess,jujur aku juga tidak punya tujuan pasti, kenapa kita tidak mencarinya di sekitar area ini saja‚?"
"karena kau tuan rumahnya dan ini juga pertama kali aku di bumi,yg bisa kulakukan hanya menyetujuinya saja,"
Kurasa itu ungkapan persetujuan,jadi aku langsung mengajaknya berkeliling mencari sesuatu yang sama sekali tidak keren.
Aku dan Jessie berkeliling di hutan di sekitar little rockie, lokasi little rockie menang unik,batu itu terletak di tengah-tengah lapangan yang luas dan di naungi oleh pohon beringin raksasa, lapangan itu sendiri di kelilingi oleh pohon-pohon yg tumbuh sangat lebat sehingga membuat lokasi ini seperti terisolasi dari dunia luar.
Kami terus berkeliling selama setengah jam,tapi bahkan tidak melihat ulat seekor pun, mungkin karena sekarang bukan musim kawin kupu-kupu? Ataukah karena justru sekarang baru musim bertelur sehingga belum ada yg menjadi ulat? Aku tidak tau dan tidak pernah mencoba mencari tahu sebelumnya karena aku sama sekali tidak tertarik dengan ulat, apapun alasannya, yang jelas teori itu kurasa benar, : 'saat kau tidak mencarinya mereka seperti ada di mana-mana, tapi saat kau mencarinya atau membutuhkannya tiba-tiba sangat sulit untuk menemukannya'. Meski begitu,jessie cukup senang dg penjelajahan kami, sesekali ia berhenti mengagumi sesuatu yg harusnya sepele, seperti bunga-bunga liar, berbagai serangga hutan seperti capung dan lebah, pasangan burung yang terbang kesana-kemari Mengumpulkan semak untuk membuat sarang,dan hal-hal sepele lainya, aku cukup senang ia menikmatinya, dan jika di pikir baik-baik situasi saat ini, kejadian klise seperti ini memang mirip di film-film dimana sang putri (Heroine) yg selalu terkurung di ajak pergi oleh si tokoh utama (main Charakter [MC] ) untuk mendapatkan kebebasan, benar, harusnya sih seperti itu, kalo saja tidak ada perdebatan bodoh tentang menangkap ulat demi membuktikan ulat imut atau menjijikkan.
"Kita sudah mencari ber jam jam tpi belum memukan apapun yg berhubungan dg ulat,.kurasa kita harus sudahi dulu jess"
Aku menyarankan, bukan karena ake lelah atau apa, tpi karena aku memikirkan Jessie, biar bagaimanapun Jessie tetaplah wanita, lebih tepatnya alien wanita Sih. Tapi yg tak kusangka justru Jessie malah menggeleng,
"Sebenarnya aku masih belum puas sih,ini sangat menyenangkan,apakah kau memang selelah itu?" Tanyanya, bahkan ia tidak berusaha menyembunyikan raut wajahnya yg mengharapkan aku menjawab tidak, dan memang aku tidak lelah. Bahkan jika selama berjam-jam jam tadi aku tidak berjalan,tpi berlari tanpa henti pun aku tidak akan lelah, kekuatan fisik ku memang berbeda dari orang kebanyakan.
" Aku hanya mengkhawatirkanmu, kita sudah berjalan berjam-jam,sebagai gadis kau pasti kelelahan kan?"
aku mungkin tidak pernah dekat dg gadis sebelumnya,tapi bukan berarti aku tidak bisa peka,aku yakin ia mengatakan tidak lelah karena terlalu antusias. Setidaknya itulah yang kuyakini. Tapi Jessie tetap menggeleng kuat. Dan itu membuatku bingung,apakah penilaianku terhadap wanita salah? Ataukah memang Jessie tidak normal?
" Apa aku terlihat kelelahan? Aku bahkan tidak mengeluarkan setetes keringat pun"
Baik,kurasa dia memang tidak normal, meski ia seorang gadis kurasa aku melupakan fakta bahwa dia alien, lalu apalagi yg belum ku ketahui? Bisakah ia mengeluarkan lasser dari matanya,atau jangan jangan tubuh cantiknya adalah tubuh palsu dan wujud aslinya adalah mahluk kecil berkepala besar licin seperti ilustrasi alien selama ini? Karena sekarang belum terlalu akrab, aku tidak berani menanyakannya, tapi aku menetapkan dalam hati kalau aku harus menanyakannya suatu hari nanti.
Karena akan gawat seandainya aku naksir dia tpi ternyata wujud aslinya mahluk kecil dg kepala licin kan.
"Yah kurasa kau memang tidak kelelahan, meski begitu ini sudah sangat sore, dan meski orang tuaku tidak akan memarahi ku,aku tidak ingin membuat ibuku khawatir"
Tapi Entah kenapa wajah Jessie yg semula berseri seri langsung menjadi sedikit suram. Dan karena aku cowok yang cukup peka, jdi aku mengerti alasannya, ia sebatang kara dan tak punya tempat tinggal,jangankan rumah jika yg Jessie katakan benar ia bahkan tak punya planet, jadi berbicara tentang keluarga pasti sangat berat baginya, ini kesalahanku,aku sangat tau itu, sudah jelas tadi ia sedih saat berbicara tentang keluarganya, tpi aku tanpa sengaja mengungkitnya lagi, sial, aku harus mengalihkan pikirannya.tepat saat mataku berkelebat untuk berpikir , tanpa sengaja aku melihat suatu kejanggalan, aku kembali memfokuskan mataku.dan ternyata itu sesuatu yang sangat tidak asing, seekor pupa*, kebetulan macam apa ini.

My classmate is alien

My classmate is Alien.

Aku terkepung, mereka menatapku dg tatapan ganas,tapi meski begitu mereka juga sangat berhati hati,ini mengerikan maksudku mereka 5 orang dg tubuh 2 kali lipat dari tubuhku, 1 berada di kejauhan dg senapannya yg terus membidik kearahku 1lagi berada di jarak sedang yg bisa memanipulasi 5 elmen jelas dia seorang esper, 3 yg lain mengeroyokku pada jarak dekat,2 pengguna penguatan tubuh 1 membawa pedang raksasa, bukankah ini mirip formasi umum di game moba analog yg terkenal itu. 2 tank 1 fighter 1 chasther dan 1 sniper, lagi pula kalau di pikir pikir bukankah ini solo vs squad yg legendaris? Aku harus mengumpulkan 500stack secepat cepatnya, tidak aku bukan karakter game, ini kenyataan, jika aku mati tidak mungkin aku bisa respawn lagi seperti di game, lagi pula aku tidak punya Dewi bodoh yg bisa menghidupkanku kembali seperti di film, jika aku mati disini maka selsai sudah. Tapi aku tidak takut lagi pula dia juga sedang berjuang jauh di sana, aku mengepalkan tanganku,tanpa gentar aku melawan mereka, meski ini mungkin pertarungan terakhir ku*****""
1 TAHUN YG LALU
Aku mulai membuka mataku,ini adalah pagi kesekian dari libur panjangku.atau mungkin tidak bisa disebut pagi juga sih bagi sebagian besar orang.tapi bagiku dan juga segelintir orang dengan prinsip tidur adalah komponen penting dalam kehidupan, menganggap bangun pada pukul 9 adalah bangun yg terlalu pagi di hari libur.sambil masih menahan kantuk,aku terhuyung huyung membuka jendela kamar.sinar sang Surya langsung memenuhi ruangan menyinari sudut sudut kamar ku yg berantakan, seakan sang mentari mengejekku, ' hei lihat si pemalas baru bangun '.dan tentu saja aku tak peduli.setelah berusaha merapikan kamar,meski tetap berantakan,aku keluar untuk cuci muka. Ya! Cuma cuci muka. Terserah kalian mau berpikir 'ih jorok' atau apa, aku tak peduli,karena selain bisa tidur sepuasnya,tidak mandi pagi adalah salah satu kemewahan yg hanya bisa di dapat saat hari libur,namaku adalah Aris Alfiansyah,orang orang sering memanggilku Ian atau Aris, pelajar kelas 1 sma yg lebih mendedikasikan dirinya untuk melakukan kegiatan super bermanfaat seperti nge-game dan baca manga dari pada ke pelajaran.umur 15 tahun dg tubuh tegap meski tidak kekar berotot,hobi baca buku, ngegame dan bengong. dg wajah biasa saja,tidak terlalu jelek yg bisa membuat para cwek prihatin,tapi jga tidak tipe yg bakal bikin cewek berfikir 'wow dia tampan' pokoknya standar, sangat standar malah.
Sementara aku berjalan terhuyung huyung menuju kamar mandi,aku mendengar ibu bersenandung sambil lalu di dapur,mungkin sedang menyapu, mengingat ibuku selalu bangun dan beraktivitas pagi tidak mungkin ia masih memasak, selesai mencuci muka aku langsung menuju dapur.bahkan ketika baru sampai pintu masuk pun aku sudah bisa mencium bau masakan ibu,aku langsung mengenal aroma masakan ini,goreng sambal terasi dan ikan lele.
"Sudah hampir setengah sepuluh dan kau baru bangun? Apa tidak malu dg ayam yg selalu bangun pagi?" Tanya ibuku sembari tersenyum ia sedang mengelap peralatan dapur.
"Buat apa malu dg ayam,justru sebaliknya ayam harus mencontoh diriku,jika tidak ada sesuatu yang bisa di kerjakan maka tidurlah" jawabku sembari mengambil piring.
Ibu menghembuskan nafas panjang"terserah kau saja lah" kurasa ibu tidak terlalu peduli atau mungkin sudah terlalu biasa dg kelakuanku.
Dalam hal apapun ibu memang selalu membebaskanku untuk menentukan pilihanku sendiri dulu saat aku menanyakan sebabnya ia menjawab
' mengengkang seseorang bukanlah hal yg bagus untuk mendidik anak,ia mungkin akan menurut di awal,tapi saat peraturan itu tidak ada? beruntung klo masih tetap mengikuti peraturan,tapi kebanyakan orang akan kesetanan kalau terlalu di kengkang saat kengkangnan itu menghilang '
lalu ia menatapku sambil tersenyum
' tidak ada yg berakhir baik dg paksaan ris, asal kau selalu bertanya dan mengikuti hati nuranimu saat melakukan sesuatu,maka kau tak kan pernah tersesat,karena hati nurani tidak akan pernah berbohong '
begitulah jawaban ibu dan sejak saat itu aku selalu mengingat nasehatnya dan menjadi pemalas seperti ini,tapi setidaknya aku tidak pernah melakukan hal hal yg benar-benar buruk, ibuku benar, hati nurani tidak pernah berbohong,dan menurut nuraniku, pemalas adalah jati diriku. Dan tidur adalah bagian terpenting dari sebuah kehidupan.
Aku mulai ke meja makan dan mulai memakan sarapanku,ibu ikut duduk menemani,kurasa ia sudah selsai beres beres.ia terus memperhatikanku yg sedang makan dengan lahap.
"Sudahkah kau mempersiapkan buku buku dan peralatan sekolah? Bukankah libur panjangmu akan segera berakhir ?"
Aku tersedak makanan mendengar pertanyaan ibuku.liburanku memang tinggal beberapa hari lagi berakhir, rasanya menyakitkan membayangkan hari hari menyenangkan ini akan segera berakhir,apalagi bakal berganti dengan hari hari membosankan yg mengharuskan bangun pagi,membayangkanya saja rasanya dapat menghilangkan semangatku untuk menjalani hari ini.
"Kau tidak apa-apa Aris? Makanya klo makan hati hati!" Ibu menyodorkan air melihat aku tersedak,aku menerima dan meminumnya.
" Aku gk apa apa kok, tentang persiapan sekolah kurasa sehari sebelum masuk sekolah aja aku persiapkan,lagi pula hari pertama biasanya cma bersih bersih sekolah" jawabku mencari alasan.
Ibuku mendesah pelan. "Entah kenapa ibu tidak kaget mendengar jawabanmu"
" Yah ibu yg paling mengenalku" balasku sambil lalu
"Setelah selesai makan jangan lupa untuk menyapu dan membersihkan halaman" perintah ibu sebelum pergi meninggalkan ku, aku mendesah tapi tidak membantah.bagaimanapun ibu yang paling mengerti aku,maka ibu jga yg paling ku hormati.
Setelah selesai membersihkan halaman aku langsung keluar karena liburan hampir berakhir maka tidak ada alasan bagiku untuk tidak menikmatinya dg sebaik-baiknya.
aku sudah memutuskan apa yang akan aku lakukan hari ini,bukan pergi ke warnet atau nongkrong bareng temanku yg periang Heru, aku malah berjalan ke area persawahan.aku memutuskan untuk pergi ke hutan. perjalanan dari rumah ke hutan kurang lebih membutuhkan waktu 2 jam dg berjalan kaki,sepanjang jalan setapak menuju hutan beberapa petani yang sedang beraktifitas menyapa dan menanyaiku ,matahari sudah sangat tinggi ketika aku akhirnya sampai hutan,aku terus berjalan menuju ke kedalaman hutan, sudah cukup lama aku kluar dari jalan setapak utama,kali ini aku mengikuti jalan setapak samar buatanku sendiri,karena aku akan menuju tempat rahasiaku sendiri, tempat favorit saat aku ingin menyendiri,bukan menyendiri karena banyak pikiran,tpi hanya karena ingin bermalas malasan.
"Ahh akhirnya aku sampai juga" desahku pada diri sendiri,bukan berarti aku lelah, dari pada kelelahan fisik,ini lebih seperti aku ingin segera tidur saja. lokasi yg ku tuju adalah sebuah tanah lapang di tengah rerimbunan pohon besar,sehingga membuat tempat ini cukup tersembunyi,di tengah tanah lapang itu ada sebuah batu besar yg di naungi pohon beringin besar,batu itu kira-kira setinggi dua setengah meter, dan permukaan atas nya jga tidak tajam,meski tidak benar benar rata,tpi setidaknya cukup nyaman untuk di pakai rerebahan,apalagi aku sudah menyimpan kain tebal sebagai bantal sebelumnya, benar ini markas rahasiaku aku menamai batu ini "little rockie",marakas yg hanya kumiliki sendiri,aku tidak pernah menyangka bahwa kelak aku bakal di depak dari markas rahasiaku sendiri, bukan hanya di depak,tpi jga di rebut hak kepemilikannya bahkan di jadikan tempat tinggal.
Masih di markas batu rahasia di bawah pohon beringin.
Aku terbangun dari tidurku karena hembusan angin kencang, jika ada yg bertanya 'bukankah angin justru membuat tidur nyenyak?' ya Sebagai pencinta tidur aku setuju dengan hal itu,tpi masalahnya angin kencang yg satu ini hampir saja menerbangkanku.secara reflek aku terbangun,dan yg kulihat adalah pesawat aneh yg tidak terlihat seperti buatan bumi sedang melakukan pendaratan di tanah lapang sepuluh meter di depanku, yaaa kurasa aku masih bermimpi. Pesawat itu tidak terlalu besar mungkin hanya berdiameter lima meter, bentuknya adalah segitiga sempurna yg bahkan mungkin bisa saja dibikin penggaris siku siku raksasa dg warna hitam pekat, karena bentuknya yg aneh seperti di film-film itulah yg membuatku berpikir itu bukan buatan bumi.
Angin berhenti berhembus setelah pesawat itu mendarat dg sempurna,aku terus mengawasi reaksinya,dri pada kaget atau takut setengah mati,yg kurasakan saat ini cma kekosongan dan bengong,mungkin karena otakku belum bisa memproses apa-apa.
Salah satu dari ujung segitiga itu tiba tiba terbelah menjadi 2 dan memunculkan tangga di antara kedua belahan nya,sudah jelas itu pintu.
'sial apakah akhirnya alien memutuskan untuk menghancurkan bumi??dri sekian waktu Kenapa harus hari ini?aku bahkan belum punya pacar' mungkin karena beberapa pikiran ku sedikit pulih,atau memang karena otakku masih eror sehabis bangun mendadak dari tidur,pikiranku merancau kemana mana.
suasana tiba-tiba saja terasa sangat hening,dan hanya terdengar suara seperti langkah kaki yg turun dari tangga besi.karena jaraknya sekitar sepuluh meter, bisa mendengar suara langkah kaki dari sini menunjukkan betapa heningnya suasana,atau mungkin karena telingaku tajam?? Atau mungkin perasaanku saja yg terlalu mendramatisir.
'Akhirnya muncul jga' pikirku dalam hati ,benar pemilik suara "tok tok tok" super dramatis itu,pelaku yg bikin bulu kuduk ku merinding.hal pertama yg kulihat adalah kakinya, anehnya kaki itu terlihat seperti manusia biasa,mungkinkah ini bukan alien tpi ulah para pembuat film?tpi jika se realitis begini hanya film Holywood yg bisa melakukannya, benar pasti ini proses pembuatan film Holywood.
'eh tunggu klo emang proses pembuatan film,kenapa tidak ada orang satupun?.
Dan pikiranku semakin kacau saat akhirnya aku bisa melihat sosok yg muncul dg jelas, dia adalah seorang gadis,bukan sekedar gadis,tpi gadis yg sangat cantik,tingginya kira kira beberapa centi lebih tinggi dari pada aku,(tinggiku 170 cm) berambut pirang emas dg mata biru,kulitnya putih kekuningan tidak seperti kebanyakan orang rambut pirang yg sering kulihat di tv yg berkulit putih pucat. Ia memakai kaos hitam bertuliskan ' i love a little boy' dg rok pendek berwarna senada.
Dg langkah pelan tapi mantap ia menghampiri ku yg masih tercengang,
"Selamat pagi ,bukankah ini pagi yg indah?"
Slamat pagi gundulmu,ini dh tengah hari, pikirku dlm hati,tpi tentu saja tidak ku ucapkan.aku memutuskan berbaring lagi.
"Eeeeeh kenapa mlh mau tidur lagi? bukankah tidak sopan tidak menjawab orang yang menyapa??"
"Justru aku ingin bangun,jelas jelas ini mimpi,jika aku tidur di dunia mimpi pasti akan bangun di dunia nyata"
"Tidak kau tidak mimpi, justru akulah yang seperti bermimpi,jadi tolong jangan kacaukan kebahagiaanku"
teriaknya sembari mengguncang guncang tubuhku dari bawah.aku menyumbat telinga dan memejamkan mata rapat rapat,berusaha tidak mendengar rengekannya.
"Jangan pura-pura tidak dengar,minta maaflah,minta maaflah karena mengabaikan orang yang baru kau temui"
Aku masih menutup telingaku rapat rapat, berusaha tidak mendengarkan,sementara ia masih mengguncang guncang tubuhku.
"Cih, padahal kau mahluk hidup pertama yg kutemui setelah puluhan tahun terkunci di dalam pesawat, kenapa dari sekian orang, malah orang seperti ini yg
Kutemukan pertama kali"
Keluhnya sembari berhenti mengguncang guncang ku,kuarasa ia sudah menyerah, tapi justru giliran ku yg bangkit karena tertarik
"Tunggu! kau bilang aku mahluk hidup pertama yg kau lihat setelah puluhan tahun?"
"Seperti itulah, lebih tepatnya sebelas tahun aku terkurung di dalam pesawat, bukan terkurung dalam artian sebenarnya sih"
"Sebelas tahun di dalam pesawat, hanya seberapa tua umurmu? jangan jangan kau nenek nenek yg menyamar menjadi gadis cantik?"
Gadis ini cantik sih, hanya saja jika dia benar benar nenek nenek, itu bakal mengerikan.
"Kenapa kau sangat tidak sopan terhadap orang yg baru kau temui, jika menurut tahun bumi,umurku 16 tahun"
Dari Kata katanya menyiratkan kalau ia bukan berasal asli dari bumi.
"Kenapa kita tidak saling memperkenalkan diri dengan benar, namaku jexsiona herariona arnades sadixiau ketiga"
" He aku tau tadi aku tidak sopan, tpi memperkenalkan diri dg nama palsu gk jelas seperti itu, apa kau ngajak berkelahi?"
Mendengar tanggapanku dia mulai menangis sambil menarik narik kakiku, berusaha menjatuhkanku dari little rockie,
"Minta maaf,minta maaflah karena telah mengejek nama pemberian orang tuaku"
"Oke oke, aku akan minta maaf, jadi tolong berhenti berusaha mencoba menjatuhkanku, siapa namamu tadi?"
Aku berusaha membujuknya,bukan karena takut jatuh, yg aku takutkan adalah celanaku melorot karena aku tidak memakai ikat pinggang.akhirnya ia berhenti menarik ku dan beralih melipat tangannya sembari menggembungkan pipinya, entah mengapa sisi lain diriku menganggapnya imut.
"Cih, apa boleh buat, klo gitu minta maaflah yg benar dlu padaku,"
"baik aku minta maaf,oke,jadi bisakah kau memperkenalkan diri lagi,kali ini aku akan serius,siapa namamu tadi?"
''jeksiona herariona arnades sadixiau ketiga''
rti
"Bukankah sudah ku bilang untuk memperkenalkan nama dg serius,kenapa kau masih ingin menipuku?"
"aku,seirus itu memang namaku,tolong jangan menertawakannya,bukankah menertawakan nama orang tidak baik,lagian namaku cukup bagus dan populer planetku."
Memberikan nama aneh seperti itu kepada anak kesayangannya,hanya seberapa gila orang tuanya? Dan apa dia bilang? Nama itu cukup bagus katanya? Siapapun akan keseleo lidahnya dg nama seperti itu.
"kau bilang nama seperti itu cukup normal di planet mu? Memangnya seperti apa sebenarnya selera orang planet mu?"
"aku punya teman perempuan bernama baruna huihui,ayahku bernama sarutoya arnades,sementara ibuku jeksina sadixiau "
Kuarsa aku tau,orangtuanya hanya menggabung kedua nama mereka untuk anaknya,mereka sangat tidak kreatif.
"untuk yg lain aku tidak ingat banyak,karena aku harus meninggalkan planet ku saat aku baru berusia 5 tahun"
Entah mengapa ia mengatakannya dengan nada yg kesepian, aku mempunyai firasat buruk tentang ini. jelas ini adalah hal hal yg berbau flag sedih di film-film. kumohon jangan lanjutkan,ini akan jadi topik pembicaraan yang berat.tpi tentu saja ia tidak mendengar yg aku pikirkan.
"sepuluh tahun yg lalu aku meninggalkan planet ku,tentu saja bukan karena dibuang,planetku sudah di hancurkan oleh pasukan yg di kenal sebagai perompak galaxi,tidak ada satu pun yang selamat,hanya aku yang tersisa. maaf,aku malah membicarakan sesuatu yang berat,padahal ini pertemuan pertama kita,harusnya aku membicarakan hal yg menyenangkan"
ia berusaha tersenyum,tpi aku bisa lihat kesedihan di matanya.yeah jujur saja, alien di serang oleh alien lain harusnya menjadi topik yg sangat menarik,tapi aku tidak sesampah itu sampai bisa menikmati penderitaan orang lain.jadi ku rasa aku harus mengalihkan pembicaraan,untuk mencerahkan suasana.
"Yeah,namamu terlalu sulit untuk di ingat, kurasa kita harus sedikit merubahnya agar tidak terlalu mencolok,aku tidak berhak merubah namamu,tpi ini demi kebutuhan, nama jexsiona tidak terlalu umum, Jadi kenapa tidak kita rubah sedikit,kurasa Jessie cukup bagus,tingggal kita ambil nama marga ayahmu,arnades, yg itu tidak perlu di rubah,dg begitu kau tetap bisa mempertahankan nama kedua orang tuamu di dlm namamu."
Karena namanya gabungan dari nama kedua orang tuanya maka aku tidak berhak merubahnya,yg kulakukan hanya memodifikasi sedikit,dg begitu ia masih bisa cukup nyaman dg perubahan tiba-tiba. Ia memutar matanya saat menimbang,nimbang,dan itu cukup imut.
"Jessie arnades kah? Cukup bagus juga"
Kali ini ia mengulurkan tangannya kepadaku sembari tersenyum
"Ini sudah ketiga kalinya kita melakukan perkenalan ulang,aku akan mencobanya dg benar kali ini,namaku Jessie arnades,salam kenal"
Aku dg kikuk menjabat tangannya, jujur ini pertama kalinya aku berkenalan dg perempuan selain perkenalan resmi di sekolah.
"Aku Aris Alfiansyah,panggil saja Aris,salam kenal