Jangan kan gadis kalian aja aku tidak ngerti apalagi keduanya
Hidup memang terkadang penuh kejutan dan kejadian tak terduga,terkadang hanya dg kejadian sepele pun bisa merubah kehidupan seseorang.seperti misal seorang nelayan. hanya karena ia memutuskan untuk tidak pergi melaut pada hari itu bersama dengan teman-temannya saja, bisa membuatnya selamat sementara teman-temannya tenggelam di terjang ombak. seperti keadaanku saat ini,jika aku memutuskan untuk ke little rockie kemarin. Dan bukan sekarang,pasti keadaannya akan sangat berbeda, tapi aku memutuskan ke little rockie hari ini.dan inilah yg terjadi padaku saat ini, alih alih bermalas malasan di atas little rockie,saat ini aku malah duduk dg canggung dg seorang gadis
Meski perkenalan kami tadi cukup heboh dan ribut,itu tetap tidak menutup fakta bahwa kami baru kenal,setelah suasana hangat dari perkenalan selsai,suasana menjadi agak canggung. Jessie duduk di sampingku di atas little rockie,menatap akar pohon beringin yg menjuntai di atas kepalanya dg serius.saat ia mengatakan ingin ikut bergabung di atas little rockie,kupukir ia bakal kesulitan untuk naik,mengingat little rockie setinggi dua setengah meter dan tidak banyak pijakan untuk naik. Tapi dia bahkan terlihat sama sekali tidak kesulitan,dan dg sangat luwes bisa memanjat little rockie hanya dg beberapa kali gerakan saja. Kau mungkin berpikir dia gadis sempurna dg kecantikan dan ketangkasan,tapi satu satunya yang terlintas dipikiranku adalah ' ini cewek preman banget '
Meski perkenalan kami tadi cukup heboh dan ribut,itu tetap tidak menutup fakta bahwa kami baru kenal,setelah suasana hangat dari perkenalan selsai,suasana menjadi agak canggung. Jessie duduk di sampingku di atas little rockie,menatap akar pohon beringin yg menjuntai di atas kepalanya dg serius.saat ia mengatakan ingin ikut bergabung di atas little rockie,kupukir ia bakal kesulitan untuk naik,mengingat little rockie setinggi dua setengah meter dan tidak banyak pijakan untuk naik. Tapi dia bahkan terlihat sama sekali tidak kesulitan,dan dg sangat luwes bisa memanjat little rockie hanya dg beberapa kali gerakan saja. Kau mungkin berpikir dia gadis sempurna dg kecantikan dan ketangkasan,tapi satu satunya yang terlintas dipikiranku adalah ' ini cewek preman banget '
"aku sudah mempelajari tentang pohon beringin,tapi tetap saja melihatnya secara langsung benar benar lebih mengagumkan dari pada di gambar" kata Jessie akhirnya memecah kesunyian.
" kata-katamu membuatku tertarik,kau bilang kau mempelajarinya heh? jadi itu juga alasan kenapa kau bisa lancar bahasa Indonesia ? Bahkan menyapa selamat pagi,meski terik begini?"
"begitulah, saat kau terlalu punya banyak waktu luang memang apa yg akan kau lakukan? Tidak mungkin aku akan bengong selama sepuluh tahun di kapal kan? Aku mempelajari bahasa-bahasa dunia, kebudayaannya flora dan faunanya bahkan mitos dan dongeng di seluruh dunia juga. Aku pelajari satu per satu "
Yah sebenarnya jika ada banyak waktu luang aku mungkin beneran akan bengong tidur dan ngegame,tpi aku tidak memberitahunya.
"setelah sekian lama hanya melihat langit-langit pesawat,melhihat langit asli sejauh mata memandang memang benar-benar mengagumkan"
Jessie kembali bergumam ,aku tidak tahu apa ia berbicara padaku atau bergumam sendiri,sehingga aku hanya diam memperhatikannya saja. Ia masih terus memperhatikan langit, kakinya yang menggantung di atas little rockie sesekali berayun mengikuti suasana hatinya. Saat seekor kupu-kupu terbang didekatnya,ia mengulurkan tangannya mungkin berniat mengundang kupu-kupu itu seperti di film-film. Yah tentu saja ini bukanlah film jadi tidak mungkin kupu-kupu itu hinggap di tangannya,itulah yg kupikirkan dan yang seharusnya terjadi,tpi anehnya kupu-kupu itu benar-benar hinggap di tangannya.
Aku menatapnya dengan kagum sekaligus tercengang, tapi Jessie sama sekali tidak memperhatikanku, perhatiannya benar-benar terfokus terhadap kupu-kupu yg ada di punggung tangannya.
Aku menatapnya dengan kagum sekaligus tercengang, tapi Jessie sama sekali tidak memperhatikanku, perhatiannya benar-benar terfokus terhadap kupu-kupu yg ada di punggung tangannya.
"Bahkan mahluk yg di sebut kupu-kupu ini juga lebih cantik daripada yg kulihat di gambar, padahal aku sudah tau kalau kupu-kupu itu sangat cantik,tapi tetap saja melihatnya langsung benar benar berbeda"
Jessie kembali bergumam, kali ini aku tidak tahan untuk tidak membalasnya ,yah tidak mungkin kau bisa tetap diam sementara orang yg tepat berada di sampingmu terus berbicara, setidaknya aku sebagai warga yg baik dan sopan tidak mungkin membiarkan seseorang berbicara sendiri di sampingku.
"kau tau jess kupu-kupu yang kau bilang cantik itu berasal dari mahluk yang dianggap menjijikkan dan di benci orang orang"
"maksudmu ulat? Bukankah ulat terlihat sangat imut,aku melihatnya di gambar,ulat sebagian besar berbentuk bulat memanjang,ada yg menimbulkan gatal dan tidak, dan ditakuti oleh gadis-gadis, bukankah begitu?, Tapi menurutku ulat cukup imut,dan bulu mereka jga bermacam macam dan cantik"
Jessie berkata panjang lebar dg antusias, kurasa dua memang telah mempelajari tentang bumi dg sangat baik, tapi entah mengapa sudut pandangnya melenceng dari kebanyakan orang. itu seperti yg di duga dari gadis yg menghabiskan 10 tahun hidupnya tinggal di pesawat seorang diri. Sebagai orang pertama yg di temunya pertama kali,entah mengapa aku merasa punya kewajiban untuk memperbaiki sudut pandang sosialnya
"jess, aku tidak mengerti dari sudut pandang mana kau menganggap ulat lucu, bukankah binatang itu sangat menggelikan? Terutama bagi kaum perempuan "
bahkan aku pun juga geli dg ulat,terutama ulat bulu yg menimbulkan gatal, menganggap ulat lucu, bukankah itu seperti menganggap jack the ripper sebagi pahlawan karena mengurangi jumlah penduduk yg membengkak di London atau menganggap Hercules sebagai pengecut karena tidak berani menentang istrinya? Meski aku sama sekali tidak memungkiri kalau Hercules otak otot sih.
Jessie menatapku seakan-akan aku bodoh.
Jessie menatapku seakan-akan aku bodoh.
"apa-apaan pandangan kalian terhadap ulat itu? Minta maaflah pada ulat di seluruh dunia. Bukankah mereka kecil dan cantik,sebagian Meraka punya bulu berbagai warna dan yg tak berbulu pun banyak yang berpola rumit,kenapa bisa kalian menganggap itu menjijikkan?".
Entah mengapa malah aku yang mendapat tatapan prihatin dan seakan seperti anak kecil yg layak untuk di ajari hal yang benar. Bukankah ini terbalik?? Bagaimanapun pendapatku benar kan kalau ulat menjijikkan?aku tidak salah kan?? Melihat tatapannya yg seakan-akan aku anak kecil yang tak tau apa-apa , benar-benar hampir menggoyahkan keyakinanku selama ini dan ikut-ikutan berfikir kalau ulat itu imut. Tidak aku harus berusaha lebih keras! , 'Tapi bukankah ulat yg tidak berbulu memang kecil dan sedikit lucu?'. Tidak!! Sadarlah wahai diriku.
"jess aku tidak tahu dari sudut pandang mana kau melihat bahwa ulat imut,kurasa aku harus menunjukkanmu secara langsung agar kau melihatnya sendiri?"
"Tentu saja dg senang hati!.tolong bantu aku memukan ulat"
"baiklah sudah diputuskan heh?"
tanyaku sembari langsung melompat turun dari little rockie, aku mengulurkan tangan untuk membantu Jessie turun tapi sepertinya dia tidak membutuhkannya,jessie dg gesit juga langsung melompat turun dari little rockie, sekedar mengingatkan little rockie tingginya dua setengah meter, untuk seorang gadis, dia benar-benar mirip berandalan.
"jadi kita akan pergi kemana heh?"
"jadi kita akan pergi kemana heh?"
"jika kau bertanya begitu jess,jujur aku juga tidak punya tujuan pasti, kenapa kita tidak mencarinya di sekitar area ini saja‚?"
"karena kau tuan rumahnya dan ini juga pertama kali aku di bumi,yg bisa kulakukan hanya menyetujuinya saja,"
Kurasa itu ungkapan persetujuan,jadi aku langsung mengajaknya berkeliling mencari sesuatu yang sama sekali tidak keren.
Aku dan Jessie berkeliling di hutan di sekitar little rockie, lokasi little rockie menang unik,batu itu terletak di tengah-tengah lapangan yang luas dan di naungi oleh pohon beringin raksasa, lapangan itu sendiri di kelilingi oleh pohon-pohon yg tumbuh sangat lebat sehingga membuat lokasi ini seperti terisolasi dari dunia luar.
Kami terus berkeliling selama setengah jam,tapi bahkan tidak melihat ulat seekor pun, mungkin karena sekarang bukan musim kawin kupu-kupu? Ataukah karena justru sekarang baru musim bertelur sehingga belum ada yg menjadi ulat? Aku tidak tau dan tidak pernah mencoba mencari tahu sebelumnya karena aku sama sekali tidak tertarik dengan ulat, apapun alasannya, yang jelas teori itu kurasa benar, : 'saat kau tidak mencarinya mereka seperti ada di mana-mana, tapi saat kau mencarinya atau membutuhkannya tiba-tiba sangat sulit untuk menemukannya'. Meski begitu,jessie cukup senang dg penjelajahan kami, sesekali ia berhenti mengagumi sesuatu yg harusnya sepele, seperti bunga-bunga liar, berbagai serangga hutan seperti capung dan lebah, pasangan burung yang terbang kesana-kemari Mengumpulkan semak untuk membuat sarang,dan hal-hal sepele lainya, aku cukup senang ia menikmatinya, dan jika di pikir baik-baik situasi saat ini, kejadian klise seperti ini memang mirip di film-film dimana sang putri (Heroine) yg selalu terkurung di ajak pergi oleh si tokoh utama (main Charakter [MC] ) untuk mendapatkan kebebasan, benar, harusnya sih seperti itu, kalo saja tidak ada perdebatan bodoh tentang menangkap ulat demi membuktikan ulat imut atau menjijikkan.
"Kita sudah mencari ber jam jam tpi belum memukan apapun yg berhubungan dg ulat,.kurasa kita harus sudahi dulu jess"
Aku menyarankan, bukan karena ake lelah atau apa, tpi karena aku memikirkan Jessie, biar bagaimanapun Jessie tetaplah wanita, lebih tepatnya alien wanita Sih. Tapi yg tak kusangka justru Jessie malah menggeleng,
"Sebenarnya aku masih belum puas sih,ini sangat menyenangkan,apakah kau memang selelah itu?" Tanyanya, bahkan ia tidak berusaha menyembunyikan raut wajahnya yg mengharapkan aku menjawab tidak, dan memang aku tidak lelah. Bahkan jika selama berjam-jam jam tadi aku tidak berjalan,tpi berlari tanpa henti pun aku tidak akan lelah, kekuatan fisik ku memang berbeda dari orang kebanyakan.
Kurasa itu ungkapan persetujuan,jadi aku langsung mengajaknya berkeliling mencari sesuatu yang sama sekali tidak keren.
Aku dan Jessie berkeliling di hutan di sekitar little rockie, lokasi little rockie menang unik,batu itu terletak di tengah-tengah lapangan yang luas dan di naungi oleh pohon beringin raksasa, lapangan itu sendiri di kelilingi oleh pohon-pohon yg tumbuh sangat lebat sehingga membuat lokasi ini seperti terisolasi dari dunia luar.
Kami terus berkeliling selama setengah jam,tapi bahkan tidak melihat ulat seekor pun, mungkin karena sekarang bukan musim kawin kupu-kupu? Ataukah karena justru sekarang baru musim bertelur sehingga belum ada yg menjadi ulat? Aku tidak tau dan tidak pernah mencoba mencari tahu sebelumnya karena aku sama sekali tidak tertarik dengan ulat, apapun alasannya, yang jelas teori itu kurasa benar, : 'saat kau tidak mencarinya mereka seperti ada di mana-mana, tapi saat kau mencarinya atau membutuhkannya tiba-tiba sangat sulit untuk menemukannya'. Meski begitu,jessie cukup senang dg penjelajahan kami, sesekali ia berhenti mengagumi sesuatu yg harusnya sepele, seperti bunga-bunga liar, berbagai serangga hutan seperti capung dan lebah, pasangan burung yang terbang kesana-kemari Mengumpulkan semak untuk membuat sarang,dan hal-hal sepele lainya, aku cukup senang ia menikmatinya, dan jika di pikir baik-baik situasi saat ini, kejadian klise seperti ini memang mirip di film-film dimana sang putri (Heroine) yg selalu terkurung di ajak pergi oleh si tokoh utama (main Charakter [MC] ) untuk mendapatkan kebebasan, benar, harusnya sih seperti itu, kalo saja tidak ada perdebatan bodoh tentang menangkap ulat demi membuktikan ulat imut atau menjijikkan.
"Kita sudah mencari ber jam jam tpi belum memukan apapun yg berhubungan dg ulat,.kurasa kita harus sudahi dulu jess"
Aku menyarankan, bukan karena ake lelah atau apa, tpi karena aku memikirkan Jessie, biar bagaimanapun Jessie tetaplah wanita, lebih tepatnya alien wanita Sih. Tapi yg tak kusangka justru Jessie malah menggeleng,
"Sebenarnya aku masih belum puas sih,ini sangat menyenangkan,apakah kau memang selelah itu?" Tanyanya, bahkan ia tidak berusaha menyembunyikan raut wajahnya yg mengharapkan aku menjawab tidak, dan memang aku tidak lelah. Bahkan jika selama berjam-jam jam tadi aku tidak berjalan,tpi berlari tanpa henti pun aku tidak akan lelah, kekuatan fisik ku memang berbeda dari orang kebanyakan.
" Aku hanya mengkhawatirkanmu, kita sudah berjalan berjam-jam,sebagai gadis kau pasti kelelahan kan?"
aku mungkin tidak pernah dekat dg gadis sebelumnya,tapi bukan berarti aku tidak bisa peka,aku yakin ia mengatakan tidak lelah karena terlalu antusias. Setidaknya itulah yang kuyakini. Tapi Jessie tetap menggeleng kuat. Dan itu membuatku bingung,apakah penilaianku terhadap wanita salah? Ataukah memang Jessie tidak normal?
" Apa aku terlihat kelelahan? Aku bahkan tidak mengeluarkan setetes keringat pun"
aku mungkin tidak pernah dekat dg gadis sebelumnya,tapi bukan berarti aku tidak bisa peka,aku yakin ia mengatakan tidak lelah karena terlalu antusias. Setidaknya itulah yang kuyakini. Tapi Jessie tetap menggeleng kuat. Dan itu membuatku bingung,apakah penilaianku terhadap wanita salah? Ataukah memang Jessie tidak normal?
" Apa aku terlihat kelelahan? Aku bahkan tidak mengeluarkan setetes keringat pun"
Baik,kurasa dia memang tidak normal, meski ia seorang gadis kurasa aku melupakan fakta bahwa dia alien, lalu apalagi yg belum ku ketahui? Bisakah ia mengeluarkan lasser dari matanya,atau jangan jangan tubuh cantiknya adalah tubuh palsu dan wujud aslinya adalah mahluk kecil berkepala besar licin seperti ilustrasi alien selama ini? Karena sekarang belum terlalu akrab, aku tidak berani menanyakannya, tapi aku menetapkan dalam hati kalau aku harus menanyakannya suatu hari nanti.
Karena akan gawat seandainya aku naksir dia tpi ternyata wujud aslinya mahluk kecil dg kepala licin kan.
"Yah kurasa kau memang tidak kelelahan, meski begitu ini sudah sangat sore, dan meski orang tuaku tidak akan memarahi ku,aku tidak ingin membuat ibuku khawatir"
Tapi Entah kenapa wajah Jessie yg semula berseri seri langsung menjadi sedikit suram. Dan karena aku cowok yang cukup peka, jdi aku mengerti alasannya, ia sebatang kara dan tak punya tempat tinggal,jangankan rumah jika yg Jessie katakan benar ia bahkan tak punya planet, jadi berbicara tentang keluarga pasti sangat berat baginya, ini kesalahanku,aku sangat tau itu, sudah jelas tadi ia sedih saat berbicara tentang keluarganya, tpi aku tanpa sengaja mengungkitnya lagi, sial, aku harus mengalihkan pikirannya.tepat saat mataku berkelebat untuk berpikir , tanpa sengaja aku melihat suatu kejanggalan, aku kembali memfokuskan mataku.dan ternyata itu sesuatu yang sangat tidak asing, seekor pupa*, kebetulan macam apa ini.
Karena akan gawat seandainya aku naksir dia tpi ternyata wujud aslinya mahluk kecil dg kepala licin kan.
"Yah kurasa kau memang tidak kelelahan, meski begitu ini sudah sangat sore, dan meski orang tuaku tidak akan memarahi ku,aku tidak ingin membuat ibuku khawatir"
Tapi Entah kenapa wajah Jessie yg semula berseri seri langsung menjadi sedikit suram. Dan karena aku cowok yang cukup peka, jdi aku mengerti alasannya, ia sebatang kara dan tak punya tempat tinggal,jangankan rumah jika yg Jessie katakan benar ia bahkan tak punya planet, jadi berbicara tentang keluarga pasti sangat berat baginya, ini kesalahanku,aku sangat tau itu, sudah jelas tadi ia sedih saat berbicara tentang keluarganya, tpi aku tanpa sengaja mengungkitnya lagi, sial, aku harus mengalihkan pikirannya.tepat saat mataku berkelebat untuk berpikir , tanpa sengaja aku melihat suatu kejanggalan, aku kembali memfokuskan mataku.dan ternyata itu sesuatu yang sangat tidak asing, seekor pupa*, kebetulan macam apa ini.
